Razia Besar-besaran oleh Otoritas Texas untuk Membasmi Perjudian Gelap
Untuk menanggulangi aktivitas perjudian ilegal, pihak berwenang di Texas telah bertindak tegas dengan mengeluarkan 21 surat penggeledahan. Walaupun belum ada informasi resmi tentang penahanan ataupun tuduhan, operasi ini melibatkan berbagai lembaga kepolisian dan kantor sheriff dari beberapa daerah. Langkah ini dipimpin oleh Kelompok Kerja Kejahatan Terorganisir di Galveston County yang berfokus pada dugaan aktivitas kriminal terorganisir serta kemungkinan pencucian uang terkait perjudian di sekitar Houston, Texas.
Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menghentikan maraknya praktek perjudian ilegal di komunitas setempat. Hingga berita ini dituliskan, belum ada penjelasan resmi terkait jumlah penangkapan ataupun barang bukti yang telah ditemukan. Namun, pihak berwenang optimis akan menemukan lebih banyak bukti seiring kemajuan penyelidikan. Dari surat penggeledahan yang dikeluarkan, tujuh di antaranya difokuskan pada tempat-tempat yang diduga terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut. Tempat-tempat ini termasuk beberapa bisnis di sepanjang Interstate 45 di La Marque, serta properti di Lake Road, Main Street, State Highway 3, dan Highway 6 di Alvin.
Selain itu, beberapa alamat lain yang mungkin memiliki kaitan dengan investigasi ini juga turut diperiksa. Di wilayah Fort Bend County, dua surat penggeledahan dilaksanakan di 202 Industrial Boulevard, Suite 806, dan di blok 5200 di Kendall Ridge Lane, Sugar Land. Tempat-tempat ini meliputi kediaman pribadi yang berhubungan dengan pemilik dan operator ruang permainan Gold Chest, serta sebuah gudang yang dicurigai digunakan untuk menyimpan dan mendistribusikan mesin perjudian ilegal. Dalam aspek investigasi keuangan, detektif juga melakukan 12 penggeledahan tambahan di beberapa lembaga keuangan untuk mendapatkan catatan dan bukti yang berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut. Di tingkat internasional, negara lain seperti Thailand juga telah menerapkan strategi khusus untuk menangkal judi online ilegal selama acara besar seperti Piala Dunia 2026.